Pria Ini Gelapkan Dana Jiwasraya Hanya Untuk Pembayaran Judi Casino


Pria Ini Gelapkan Dana Jiwasraya Hanya Untuk Pembayaran Judi Casino – Kasus korupsi merupakan masalah terbesar yang hingga kini masih abadi di Indonesia. Baru – baru ini telah terungkap bahwa Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM), Heru Hidayat melakukan penggelapan dana investasi PT Jiwasraya untuk melakukan pembayaran Judi Casino di Singapura. Menurut laporan dari Suara.com, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Agung, Bima Suprayoga resmi memutuskan bahwa Heru melakukan tindakan kriminal tingkat atas. Atas perlakuannya, Ia pantas mendapatkan sanksi seberat – beratnya.

Bima mengatakan bahwa Heru telah menyamarkan kepemilikan, lokasi, sumber, asal usul atas harta kekayaan yang dimilikinya dengan cara mengalihkan pada rekening Freddy Gunawan. “Terdakwa telah melakukan suatu tindakan yang cukup profesional dalam menghilangkan jejak atas perbuatan yang dilakukannya. Namun hal tersebut masih bisa kami selidiki lebih dalam hingga menemukan data – data yang akurat,” ucap Bima.

Dalam hal ini, Heru telah menggunakan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai kurang lebih Rp 16.500.000.000.000. Dalam sidang tersebut, nomor rekening Giro 3863008979 atas nama Freddy Gunawan terungkap bahwa telah melakukan pembayaran hutang Judi Casino atas nama Heru Hidayat.

Berdasarkan keterangan Jaksa dalam Surat Dakwaan, berikut merupakan beberapa pembayaran yang telah dilakukan Freddy Gunawan, di antaranya;

1. 19/07/2013 : Pembayaran utang Kasino di Makau, Cina senilai Rp 11.070.000.000.
2. 22/07/2013 : Pembayaran utang Kasino di Makau, Cina sebanyak Rp 10.044.000.000.
3. 24/03/2015 : Pembayaran Kasino MBS (Marina Bay Sands) senilai Rp 912.000.000.
4. 18/06/2015 : Pembayaran Kasino MBS (Marina Bay Sands) sebesar Rp 690.000.000.
5. 14/12/2015 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) sejumlah Rp 900.000.000.
6. 23/12/2015 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) senilai Rp 500.000.000.
7. 22/01/2016 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) dan MBS (Marina Bay Sands) sebesar Rp 1.000.000.000.
8. 17/03/2016 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) sebanyak Rp 500.000.000.
9. 29/04/2016 : Pembayaran Kasino MBS (Marina Bay Sands) sebesar Rp 500.000.000.
10. 16/05/2016 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) senilai Rp 500.000.000.
11. 07/06/2016 : Pembayaran Kasino Sky City di Selandia Baru sebanyak Rp 3.500.000.000.
12. 08/06/2016 : Pembayaran Kasino Sky City di Selandia Baru sejumlah Rp 1.500.000.000.
13. 09/08/2016 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) senilai Rp 1.470.000.000.
14. 06/09/2016 : Pembayaran Kasino MGM di Makau sebesar Rp 2.200.000.000.
15. 23/11/2016 : Pembayaran Kasino MGM di Makau sebanyak Rp 5.000.000.000.

Terlepas dari itu, Freddy Gunawan juga menyelundupkan sejumlah uang melalui Bank BCA pribadinya dengan nomor rekening Giro 0827798979. Kemudian Ia melakukan transaksi dari rekening tersebut yang digunakan untuk;

1.09/06/2017 : Pembayaran Kasino RWS (Resort World Sentosa) senilai Rp 4.870.000.000.
2.13/02/2018 : Rehabilitasi lantai 4 gedung di Pantai Indah Kapuk sebesar Rp 2.500.000.000.
3.09/04/2018 : Pembuatan Kapal Pinisi di Bira, Sulawesi Selatan sebanyak Rp 4.000.000.000.
Atas tindakan kriminal yang telah dilakukan Heru, maka Ia harus menjalankan dakwaan Pasal 3 atau 4 Undang – Undang No 8 tahun 2010 terkait Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun serta denda senilai Rp 10.000.000.000.

Ironisnya, Heru masih ingin mengajukan banding atas keputusan tersebut bahwa Ia tidak sepenuhnya melakukan kesalahan dengan menggelapkan dana pada Pembayaran Judi Casino.